TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN APLIKASI MICHAT SEBAGAI MEDIA PROSTITUSI - 2025

Mohammad Zidan Al Akbar
Sholehuddin
Mohammad Zidan Al Akbar: Universitas Bhayangkara Surabaya
Sholehuddin: Universitas Bhayangkara Surabaya

Abstrak

Penyalahgunaan aplikasi MiChat sebagai media prostitusi menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tindak pidana yang terjadi melalui aplikasi tersebut serta efektivitas penegakan hukumnya. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan analisis peraturan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik prostitusi melalui MiChat melanggar Pasal 296 dan 506 KUHP serta UU ITE, namun penegakan hukum masih terkendala oleh bukti digital, anonimitas pengguna, dan keterbatasan regulasi terhadap platform asing. Diperlukan sinergi antar lembaga dan pembaruan regulasi untuk menanggulangi penyalahgunaan aplikasi secara lebih efektif.

Referensi

[1] Ahmad, Akristianto, Nurmin K. Martam, and Robby W. Amu. “Kajian Normatif Pertanggung Jawaban Pidana Pada Pelaku Prostitusi Online.” Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora 2, no. 3 (May 6, 2025): 128–48. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i3.904.
[2] Al-Kansa, Bunga Bhagasasih, Mila Lisnadiani Iswanda, Nurul Kamilah, and Yusuf Tri Herlambang. “Pengaruh Kemajuan Teknologi Terhadap Pola Hidup Manusia.” Indo-MathEdu Intellectuals Journal 4, no. 3 (December 30, 2023): 2966–75. https://doi.org/10.54373/imeij.v4i3.682.
[3] Anjahullah, Lazuardi Khairuman, Rommy Pratama, and Fitri Fitri. “Analisis Penyalahgunaan Media Sosial Sebagai Sarana Prostitusi Online Berdasarkan Tinjauan Kriminologi.” Lex Veritatis 2, no. 03 (November 24, 2023): 1–10. https://doi.org/10.33592/JLV.V2I03.3889.
[4] Annur, Cindy Mutia. “Most MiChat Users Are Gen Z.” databoks, November 22, 2022. https://databoks.katadata.co.id/en/technology-telecommunications/statistics/aa6bf306e844fdb/most-michat-users-are-gen-z.
[5] Ardiansyah, Arvin Dian, and Ahmad Mahyani. “Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pemilik Aplikasi MiChat Sebagai Sarana Prostitusi Online.” Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance 3, no. 1 (2023): 584–90. https://doi.org/10.53363/BUREAU.V3I1.203.
[6] Arief, Barda Nawawi. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Jakarta: KENCANA, 2017.
[7] Bahari, Roni, and Wardah Yuspin. “Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Prostitusi Online Melalui Aplikasi MiChat.” Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum 14, no. 2 (November 2, 2023): 193–211. https://doi.org/10.31764/jmk.v14i2.13234.
[8] Fafirani, Laila Nur, and Diana Lukitasari. “Pertanggungjawaban Pidana Mucikari Dan Pengguna Jasa Dalam Peostitusi Online Anak.” Recidive : Jurnal Hukum Pidana Dan Penanggulangan Kejahatan 11, no. 2 (November 18, 2022): 166–76. https://doi.org/10.20961/recidive.v11i2.67450.
[9] Holt, Thomas J., and Kristie R. Blevins. “Examining Sex Work from the Client’s Perspective: Assessing Johns Using On-Line Data.” Deviant Behavior 28, no. 4 (July 2007): 333–54. https://doi.org/10.1080/01639620701233282.
[10] Hughes, Donna M. “The Internet and Sex Industries: Partners in Global Sexual Exploitation.” IEEE Technology and Society Magazine 19, no. 1 (March 1, 2000): 35. https://doi.org/10.1109/44.828562.
[11] Ilyas, Adam, and Maria Novita Apriyani. “Urgensi Kriminalisasi Pengguna Jasa Prostitusi Online Sebagai Upaya Penanggulangan Permasalahan Sosial Di Indonesia.” Mulawarman Law Review 6, no. 2 (December 31, 2021): 73–90. https://doi.org/10.30872/mulrev.v6i2.687.
[12] Juditha, Christiany. “Mapping the Promotion of Commercial Sex Services Using the MiChat Application: From Prevention to Solutions.” Profetik: Jurnal Komunikasi 15, no. 2 (November 19, 2022): 256–71. https://doi.org/10.14421/pjk.v15i2.2560.
[13] ———. “Mapping the Promotion of Commercial Sex Services Using the MiChat Application: From Prevention to Solutions.” Profetik: Jurnal Komunikasi 15, no. 2 (November 19, 2022): 256–71. https://doi.org/10.14421/pjk.v15i2.2560.
[14] Kant, Immanuel. Groundwork of the Metaphysics of Morals. Edited by Mary Gregor. 11th ed. Cambridge: Cambridge University Press, 2006.
[15] Kusumastuti, Novicca Dewi, and Heri Qomarudin. “Sanksi Pidana Prostitusi Siber Bagi Pelaku Dan Mucikari Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Publika 11, no. 1 (January 27, 2023): 52–64. https://doi.org/10.33603/publika.v11i1.8201.
[16] Mahendra, Komang Krisna, and Ida Bagus Surya Dharma Jaya. “Pengaturan Tindak Pidana Prostitusi Online Dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia.” Kertha Wicara : Journal Ilmu Hukum 9, no. 4 (March 31, 2020): 13–23. https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthawicara/article/view/57726.
[17] Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum: Edisi Revisi. 13th ed. Jakarta: KENCANA, 2005.
[18] Maskun, Maskun. Kejahatan Siber (Cyber Crime) Suatu Pengantar . 2nd ed. Jakarta: KENCANA, 2014.
[19] Muhtadi, Afif Fathin. “Prostitusi Online Sebagai Tindak Pidana Perdagangan Orang.” Jurist-Diction 4, no. 6 (November 5, 2021): 2125–40. https://doi.org/10.20473/jd.v4i6.31838.
[20] Muladi, Muladi. Lembaga Pidana Bersyarat . Alumni, 2004.
[21] ———. Lembaga Pidana Bersyarat . Bandung: Alumni, 2004.
[22] Muladi, Muladi, and Barda Nawawi Arief. Teori-Teori Dan Kebijakan Pidana. 4th ed. Bandung: Alumni, 2010.
[23] Nova, Adlya. “Tindak Pidana Prostitusi Online: (Studi Putusan Pengadilan Negeri Palu Nomor 445/Pid.Sus/2020/PN.Pal).” Locus Journal of Academic Literature Review 2, no. 7 (July 10, 2023): 632–42. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v2i7.213.
[24] Pemerintah Pusat Indonesia. “Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.” Jakarta, January 2023. https://peraturan.bpk.go.id/Details/234935/uu-no-1-tahun-2023 .
[25] ———. “Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.” Pemerintah Pusat. Jakarta, November 25, 2016. https://peraturan.bpk.go.id/Details/37582/uu-no-19-tahun-2016.
[26] ———. “Undang-Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.” Jakarta, November 26, 2008. https://peraturan.bpk.go.id/Details/39740.
[27] “Rekomendasi ICJR Terhadap Pasal-Pasal UU ITE Dalam RKUHP.” Jakarta: Institute for Criminal Justice Reform, November 2022. https://reformasikuhp.org/data/wp-content/uploads/2023/02/Brief-Rekomendasi-ICJR-Pasal-UU-ITE-dalam-RKUHP-9-Nov.pdf.
[28] Safitri, Anisya Ines, Aldo Andrieyan Putra Makaminan, and Mujiono Hafidh Prasetyo. “Kebijakan Hukum Pidana Dalam Upaya Penanggulangan Cyber Prostitution.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 3, no. 1 (January 30, 2021): 70–79. https://doi.org/10.14710/jphi.v3i1.70-79.
[29] Soekanto, Soerjono. Penelitian Hukum Normatif : Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali, 2003. https://lib.ui.ac.id/detail?id=20135943.
[30] Subaidah, Ratna Juita, Ani Triwati, and Agus Saiful Abib. “Reformulasi Pertanggungjawaban Pidana Pada Pelaku Prostitusi Online: Suatu Kajian Normatif.” Jurnal Dinamika Sosial Budaya 18, no. 1 (November 26, 2016): 146–58. https://doi.org/10.26623/jdsb.v18i1.565.
[31] Sudarto, Sudarto. Hukum Pidana 1. Penerbit Yayasan Sudarto, 2018.
[32] Usman, Sahda Armandiva, and Kholiq Budiman. “Unrevealing the Role of Social Media on Online Sex Trafficking: A Case Study and Conceptual Model of Cyber Prostitution in Indonesia.” Journal of Advances in Information Systems and Technology 5, no. 2 (January 23, 2023): 242–59. https://doi.org/10.15294/jaist.v5i2.67465.
[33] Vuolajärvi, Niina. Criminalizing the Buying of Sex? Experiences from the Nordic Countries. London: London School of Economics and Political Science, 2022. https://www.lse.ac.uk/events/nordic.